Senin, 31 Oktober 2016

Dunia Tempat Cari Bekal di Akhirat

( Al Khoiriyyah Online ) - Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan.

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al Fajr: 24)

Maka seharusnya setiap muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan dan hari esok manusia yang sesungguhnya, yang kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)

Dalam menafsirkan ayat di atas Imam Qotadah berkata: “Senantiasa tuhanmu (Allah) mendekatkan (waktu terjadinya) hari kiamat, sampai-sampai Dia menjadikannya seperti besok.” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfan (hal. 152 – Mawaaridul Amaan). Beliau (Abu Qatadah) adalah Qotadah bin Di’aamah As Saduusi Al Bashri (wafat setelah tahun 110 H), imam besar dari kalangan tabi’in yang sangat terpercaya dan kuat dalam meriwayatkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat kitab Taqriibut Tahdziib, hal. 409)

Semoga Allah ta’ala meridhai sahabat yang mulia Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang mengingatkan hal ini dalam ucapannya yang terkenal: “Hisab-lah (introspeksilah) dirimu (saat ini) sebelum kamu di-hisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat), dan timbanglah dirimu (saat ini) sebelum (amal perbuatan)mu ditimbang (pada hari kiamat), karena sesungguhnya akan mudah bagimu (menghadapi) hisab besok (hari kiamat) jika kamu (selalu) mengintrospeksi dirimu saat ini, dan hiasilah dirimu (dengan amal shaleh) untuk menghadapi (hari) yang besar (ketika manusia) dihadapkan (kepada Allah ta’ala):

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya).” (Qs. Al Haaqqah: 18). (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab beliau Az Zuhd (hal. 120), dengan sanad yang hasan)

Senada dengan ucapan di atas sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan (kita) sedangkan akhirat telah datang di hadapan (kita), dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mengagumi/mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini (waktunya) beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok (di akhirat) adalah (saat) perhitungan dan tidak ada (waktu lagi untuk) beramal.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az Zuhd (hal. 130) dan dinukil oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab beliau Jaami’ul ‘uluumi wal hikam (hal. 461)).

Jadilah kamu di dunia seperti orang asing…

Dunia tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari no. 6053)

Hadits ini merupakan bimbingan bagi orang yang beriman tentang bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya dalam kehidupan di dunia. Karena orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara dan tidak terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, serta terus merindukan untuk kembali ke kampung halamannya. Demikianlah keadaan seorang mukmin di dunia yang hatinya selalu terikat dan rindu untu kembali ke kampung halamannya yang sebenarnya, yaitu surga tempat tinggal pertama kedua orang tua kita, Adam ‘alaihis salam dan istrinya Hawa, sebelum mereka berdua diturunkan ke dunia.

Dalam sebuah nasehat tertulis yang disampaikan Imam Hasan Al Bashri kepada Imam Umar bin Abdul Azizi, beliau berkata: “…Sesungguhnya dunia adalah negeri perantauan dan bukan tempat tinggal (yang sebenarnya), dan hanyalah Adam ‘alaihis salam diturunkan ke dunia ini untuk menerima hukuman (akibat perbuatan dosanya)…” (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Ighaatsatul Lahfaan (hal. 84 – Mawaaridul Amaan))

Sabtu, 22 Oktober 2016

Manusia Paling Buruk

( Al Khoiriyyah Online ) - Jadi, siapa sajakah manusia-manusia terburuk itu, sehingga kita bisa mendidik diri kita sendiri agar tidak seperti mereka?

PERTAMA, orang yang bermuka dua.

Rasulullah bersabda, “Kalian akan mendapati seburuk-buruk manusia adalah orang-orang yang bermuka dua. Dia mendatangi kelompok yang ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelompok lainnya dengan wajah lain pula.” (Riwayat Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah).

Yang dimaksud “orang bermuka dua” adalah kaum munafik. Dia tidak memiliki pendirian dan keteguhan dalam imannya. Maka, bila berkumpul dengan kaum Muslimin, seolah-olah ia bagian dari mereka. Namun, jika bersama-sama kaum kafir, bisa jadi ia lebih dahsyat kekafirannya dibanding kaum kafir itu sendiri. Padahal, Allah mengancam kaum munafik akan dimasukkan ke dasar neraka yang terdalam.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” [QS. an-Nisa’: 145]

KEDUA, orang yang ditakuti sesama manusia karena kejahatannya.

Suatu ketika, ada seseorang yang minta izin untuk bertamu kepada Rasulullah. Tatkala melihatnya, beliau berkata, “Izinkah dia masuk. Dia ini seburuk-buruk keturunan atau anggota suatu kabilah!” Tatkala dia telah masuk, ternyata Rasulullah bersikap sangat lembut dan bahkan tertawa-tawa bersamanya. Setelah ia pergi, ‘Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, Anda telah menyatakan apa yang Anda nyatakan tadi (tentang orang itu), lalu mengapa Anda berbicara secara lemah lembut kepadanya?” Beliau menjawab, “Wahai ‘Aisyah, sungguh manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah seseorang yang ditinggalkan atau dijauhi oleh sesamanya semata-mata mereka takut kepada kejahatannya.” (Riwayat Bukhari-Muslim, dari ‘Aisyah).

KETIGA, orang yang tidak bisa disadarkan oleh pesan-pesan Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda, “Di antara manusia yang terburuk adalah seorang pendurhaka lagi kurang ajar, yang membaca Kitab Allah namun tidak tersadarkan oleh satu pun darinya.” (Riwayat Ahmad, dengan sanad hasan).(islampos.com)

Jumat, 21 Oktober 2016

Mengenal Lebih Dekat MUI

( Al Khoiriyyah Online ) - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) adalah wadah atau majelis yang menghimpun para ulama,zuama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 H, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

Antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Propinsi di Indonesia, 10 orang ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, yaitu, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti. Al Washliyah, Math’laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan al Ittihadiyyah, 4 orang ulama dari Dinas Rohani Islam, AD, AU, AL dan POLRI serta 13 orang tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan.
Dari musyawarah tersebut, dihasilkan adalah sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah tempat bermusyawarahnya para ulama. zuama dan cendekiawan muslim, yang tertuang dalam sebuah “PIAGAM BERDIRINYA MUI”, yang ditandatangani oleh seluruh peserta musyawarah yang kemudian disebut Musyawarah Nasional Ulama I.

Momentum berdirinya MUI bertepatan ketika bangsa Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan kembali, setelah 30 tahun merdeka, di mana energi bangsa telah banyak terserap dalam perjuangan politik kelompok dan kurang peduli terhadap masalah kesejahteraan rohani umat.

Ulama Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya). Maka mereka terpanggil untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat melalui wadah MUI, seperti yang pernah dilakukan oleh para ulama pada zaman penajajahan dan perjuangan kemerdekaan. Di sisi lain umat Islam Indonesia menghadapi tantangan global yang sangat berat. Kemajuan sains dan teknologi yang dapat menggoyahkan batas etika dan moral, serta budaya global yang didominasi Barat, serta pendewaan kebendaan dan pendewaan hawa nafsu yang dapat melunturkan aspek religiusitas masyarakat serta meremehkan peran agama dalam kehidupan umat manusia.

Selain itu kemajuan dan keragaman umat Islam Indonesia dalam alam pikiran keagamaan, organisasi sosial dan kecenderungan aliran dan aspirasi politik, sering mendatangkan kelemahan dan bahkan dapat menjadi sumber pertentangan di kalangan umat Islam sendiri.

Akibatnya umat Islam dapat terjebak dalam egoisme kelompok (ananiyah hizbiyah) yang berlebihan. Oleh karena itu kehadiran MUI, makin dirasakan kebutuhannya sebagai sebuah organisasi kepemimpinan umat Islam yang bersifat kolektif dalam rangka mewujudkan silaturrahmi, demi terciptanya persatuan dan kesatuan serta kebersamaan umat Islam.

Dalam perjalanannya, selama dua puluh lima tahun Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim berusaha untuk memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala; memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta; menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional; meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.

Dalam khitah pengabdian Majelis Ulama Indonesia telah dirumuskan lima fungsi dan peran utama MUI yaitu:

1. Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya)

2. Sebagai pemberi fatwa (mufti)

3. Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Riwayat wa khadim al ummah)

4. Sebagai gerakan Islah wa al Tajdid

5. Sebagai penegak amar ma’ruf dan nahi munkar

Sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia mengalami beberapa kali kongres atau musyawarah nasional, dan mengalami beberapa kali pergantian Ketua Umum, dimulai dengan Prof. Dr. Hamka, KH. Syukri Ghozali, KH. Hasan Basri, Prof. KH. Ali Yafie dan kini KH. M. Sahal Maffudh. Ketua Umum MUI yang pertama, kedua dan ketiga telah meninggal dunia dan mengakhiri tugas-tugasnya. Sedangkan dua yang terakhir masih terus berkhidmah untuk memimpin majelis para ulama ini. Saat ini ketua MUI KH. Ma'ruf Amin.

Senin, 03 Oktober 2016

CARA MELIPAT GANDAKAN UANG

( Al Khoiriyyah Online ) - Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah...bertambah...bertambah...” (HR. Al Tirmidzi)
"Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dan baginya pahala yang mulia.” (QS. Al Hadiid 57:11)
"...dan (janganlah kamu takut kepada kemiskinan karena membelanjakan harta kepada Allah)...” (QS. Al Baqarah 2:245)
Kami tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sehingga kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai...” (QS. Ali Imran 3:92)
"Ingatlah kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah Yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya)...” (QS. Muhammad 38)
"Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya” (HR. Muslim)
Perbanyaklah SEDEKAH, karena di dalamnya terdapat KHASIAT :
1.Menyembuhkan berbagai macam penyakit
2.Melampangkan rezeki
3.Menjauhkan diri dari segala macam kesulitan dan masalah
4.Diselamatkan dari segala keburukan
5.Menenangkan hati dan jiwa

Minggu, 02 Oktober 2016

Menyongsong 1 Muharram RW 016

( Al Khoiriyyah Online ) - Menyambut tahun baru Hijriyah 1438 H, hari Ahad 2 Oktober 2016, kerjasama Musholla Al HIDAYAH, FORSIMTA, BAITUL MAAL Al khoiriyyah hari ini lancar acara inti hikmah Muharram di sampaikan oleh Ustadz. AHMAD FIRMANSYAH, LC. Pelaksanaan di Musholla Al Hidayah RW 016'Desa Wanajaya. Selain Tausyiah juga dilaksanakan pemberian bantuan untuk Dhuafa' dan Yatim ,dilengkapi dengan acara pengumuman juara  berbagai lomba. Mewarnai, Tilawah, Adzan, dan cerdas cermat. ( Redaksi )




SELAMAT DATANG DI TAHUN BARU ISLAM

( Al Khoiriyyah Online ) - Segenap  DKM Al Khoiriyyah mengucapkan Selamat tahun baru Islam 1438H, semoga kita termasuk orang  - orang yang berhijrah, semoga kita berhijrah menuju kepada yang lebih baik dan di ridhoi oleh Allah SWT. Aamiin.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Melangkah di tahun baru Hijriyah

( Al Khoiriyyah Online )-Sudah 1438 tahun lebih perjalanan sejarah Hijrahnya Rasulullah Saw berlalu. Makna hijrah bagi kaum Muslim memiliki makna yang sangat dalam dan mendasar yaitu suara hati, perasaan yang sangat mendasar (Alwizdan), mengaktualisasikan nilai-nilai akidah yang bertujuan untuk memisahkan antara yang hak dan yang batil yaitu dengan berhijrah kepada Allah Swt secara totalitas.
Hijrah dari kemusyrikan dan kekufuran kepada nilai-nilai Islam yang murni.
Awal dari hijrahnya kenabian ini bertujuan untuk keluar dari belenggu masyarakat Jahiliyah dan berbagai unsur budayanya pada masa itu dan menuju kepada berdirinya Negara Islam di Madinah Munawwarah. Dari awal hijrah inilah menjadi ujung tombak terbentuknya sejarah Hijriyah yang dikenal dengan “Taqwim Hijrie; penanggalan Hijriyah atau tahun hijriyah” di kalangan umat Islam, yang berawal dari hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Yatsrib yang akhirnya nama ini berubah menjadi nama Madinah Almunawwarah. Makna Hijrah dan keutamaan hijrah yang Allah Swt gambarkan dalam Alqur’an diantaranya sebagai berikut,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ( البقرة [2] : 218)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. Albaqarah [2] : 218)

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لاَ أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَابًا مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ (ال عمران [3] : 195)

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS. Ali Imran [3] : 195)

والسابقون الأولون من المهاجرين والأنصار والذين اتبعوهم بإحسان رضى الله عنهم ورضوا عنه وأعد لهم جنات تجري تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا ذلك الفوز العظيم (التوبة [9] : 100 )

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. Attaubah [9] : 100)

والذين تبوؤوا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم، ولا يجدون في صدورهم حاجة مما أوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة ومن يوق شح نفسه فأولئك هم المفلحون (الحشر [59] : 9)
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS. Alhasyar [59] : 9)
Dari ayat-ayat Alqur’an di atas makna hijrah mengandung interpretasi  yang begitu luas baik secara ruhiyah, bathiniyah maupun lahiriyah, baik secara mikro maupun makro. Tahun baru hijriyah atau makna dari kata “Hijrah” itu sendiri merupakan momentum bagi kaum Muslimin untuk terus mampu dalam berkreasi, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menciptakan birokrasi yang modern, transparan, rapi dan bersih, membangun dan menegakkan keadilan hukum yang tegas dan berwibawa, kemajuan diberbagai bidang seperti politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, industri, informasi, tekhnologi, meliter, dlsb menuju peradaban sebuah negara yang aman, sejahtera dan makmur yang mampu bersaing dengan negara lain secara terhormat dan beradab untuk membangun kemaslahatan umat manusia diseluruh dunia.
Keutamaan Bulan Haram dan Muharram
Tahun baru Islam jatuh diantara bulan Haram yaitu bulan Muharram. Bulan Haram ada empat dari bulan Arab hijriyah yaitu Dzulqa’dah (bulan ke-11), Dzulhijjah (bulan ke-12), Muharram (bulan ke-1) dan Rajab (bulan ke-7). (Redaksi )

Minggu, 25 September 2016

Acara FORSIMTA Menyambut Mukharram 1438H

( Al Khoiriyyah Online)- Dalam rangka Syiar Islam dan menyongsong bulan Mukharram 1438H, FORSIMTA (Forum Silaturrahmi Majlis Ta'lim) Ibu-ibu RW 016,  Menyelenggarakan berbagai perlombaan. Hari ini 25'September 2016, acara perlombaan dibuka di Mushollah Al Hidayah, dan perlombaan di laksanakan di dua tempat, Mushollah Al Hidayah dan TKIT Al Chaisani. Acara hari ini di buka oleh ketua DKM AL KHOIRIYYAH, Ustadz Abdul Karim. Sedangkan susunan acara di sampaikan Ustadz Syukur. Dilanjutkan acara sambutan oleh ketua RW 016 Bp. Ustadz Acep Supriyatna, S.Pdi. Jenis yang dilombakan antara lain, Lomba Adzan anak, Lomba Adzan bapak-bapak , cerdas cermat Al Quran, Tahfidz dll.

Kamis, 22 September 2016

Dalam Islam Bersatu adalah Wajib

( Al Khoiriyyah Online)-Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bersatu, bergabung dalam barisan iman melawan kekufuran (pengingkaran terhadap Allah), menganggap dan mencintai satu sama lain sebagai saudara sendiri, bersikap memaafkan dan memberi perlindungan, serta benar-benar menghindari perpecahan, ketidakutuhan, dan percerai-beraian. Allah berfirman:

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi ujung neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran, 3:103)

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat. (QS. Al-Hujuraat, 49:10)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang. Dan bersabarlah, sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfaal, 8:46)

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfaal, 8:73)

Dan (bagi) mereka yang diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. (QS. Asy-syuuraa, 42:39)

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf, 61:4)

Kesemuanya ini hanyalah beberapa ayat yang berhubungan dengan persatuan kaum Muslim. Dari sini, dan dari Al-Qur'an secara keseluruhan, dapat dipahami bahwa adalah sebuah kewajiban agama bagi:

•  kaum Muslim untuk bersatu,
•  untuk terikat satu sama lain sebagai saudara dalam cinta dan kasih sayang,
•  untuk menghindari perselisihan,
•  untuk menjadi seorang sahabat maupun pengasuh bagi yang lain,
•  untuk melindungi dan menjaga satu sama lain di segala keadaan,
•  untuk menasehati satu sama lain,
•  dan untuk terlibat dalam sebuah perjuangan intelektual melawan pengingkaran terhadap Allah, terikat erat satu sama lain seperti batu-batu bata penyusun sebuah bangunan.(Redaksi)

Selasa, 20 September 2016

Rukun Islam

( Al Khoiriyyah Online )-
Rukun Islam (Arab: أركان الإسلام arkān al-Islām; atau أركان الدين arkān al-dīn; "pilar-pilar agama") adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim.

Rukun Islam terdiri daripada lima perkara, yaitu:

Syahadat: menyatakan kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.
Shalat: ibadah sembahyang lima waktu sehari.
Zakat: memberikan 2,5% dari uang simpanan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.
Saum: berpuasa dan mengendalikan diri selama bulan suci Ramadan.
Haji: pergi beribadah ke Mekkah, setidaknya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu.

Sabtu, 17 September 2016

Empat Hal yang akan di minta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT

( Al Khoiriyyah Online )-Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ, وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ.

Artinya: “Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. ( At-Tirmidzî).

Senin, 12 September 2016

Aktifitas Qurban Al Khoiriyyah

( Al Khoiriyyah )- Pelaksanaan pemotongan hewan Qurban oleh Team panitia Qurban yang berseragam orange  begitu riuh dengan kesibukan saat menggarap daging Qurban.

Shalat Idul Adha di Al Khoiriyyah Terlaksana dengan Khidmad

( Al Khoiriyyah Online ) - Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1437H di Masjid Al Khoiriyyah berlangsung lancar, Sesuai dengan jadwal Imam dan Khotib Ustadz Isa Abdullah,S.The.I,  beliau menyampaikan, kekayaan yang sebenarnya adalah seberapa banyak yang dapat di persembahkan untuk Allah. Bukanlah rumah megah, bukanlah mobil mewah, tapi yang mampu berqurban adalah mereka termasuk orang yang kaya. Dan perintah berqurban bukan hanya satu tahun , tetapi adalah setiap tahun - tahun berikutnya. Untuk hasil infaq Shalat Idula Adha tahun ini sejumlah Rp. 3,370,000, semoga Allah SWT melipat gandakan balasan dengan Rizki yang lebih berlimpah dan Berkah.  Aamiin. ( Redaksi )

Minggu, 11 September 2016

Shalat Idul Adha bersama Ustadz Isa Abdullah, S.The. I

( Al Khoiriyah Online )- Pada hari Senin pagi tanggal 12 September 2016, Insya Allah Masjid Al Khoiriyyah akan menyelenggarakan Shalat Idul Adha di Masjid Al Khoiriyyah,  yang akan bertugas sebagai Imam dan Khotib adalah Ustadz.  Isa Abdullah,S.The. I. Dari Unida(Universitas Darussalam Gontor ). Mari ikuti Shalat Idul Adha berjama'ah di Masjid Al Khoiriyyah.(Redaksi).

Jumat, 09 September 2016

Publik Warning dari BPOM mengenai Plastik berwarna

( Al Khoiriyah Online )- Pada tahun 2009, Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM )Republik Indonesia mengeluarkan Publik Warning atau peringatan untuk publik sehubungan plastik Kresek berwarna, terutama hitam. Hal ini sangat penting sekali untuk Masyarakat, karena sebentar lagi akan datangnya hari Idul Qu rban, tentunya menjadi perhatian bagi pengelola dan panitia Qurban yang akan mengemas atau membungkus daging Qurban.  Berikut edarannya.

Jumat, 02 September 2016

Tentang Shalat Jumat

( Al Khoiriyah Online )- Shalat Jumat hukumnya fardu ‘ain bagi setiap orang islam laki-laki, hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan) tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan ulama. Dan dalil pensyariatannya termaktub di dalam Al-Quran dan  As-sunnah an-Nabawiyah, sehingga pengingkaran atas syariat wajib jum’at adalah kekafiran.[1]
Hanya Ibnu Rusyd menyebutkan adanya beberapa pendapat yang berlainan dalam kitabnya,[2] tetapi hal ini telah dibantah oleh para ulama, dan ulama telah menetapkan tidaklah mengingkari wajibnya jum’at kecuali ahlu bid’ah dan pengikut hawa nafsu.[3]
Berikut ini dalil-dalil hukum fardhu ‘ain shalat jum’at bagi laki-laki :
A. Al-Quran
Perintah wajibnya shalat jum’at termaktub dalam ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( Al-Jumu`ah : 9)
B. Sunnah
Diantara hadits-hadits yang menerangkan pensyariatan shalat jum’at adalah :
1.     Dari Abi Al-Ja`d Adh-dhamiri ra. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ تَرَكَ َثلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا طبَعَ الله عَلىَ قَلْبِهِ
"Orang yang meninggalkan 3 kali shalat Jumat karena lalai, Allah akan menutup hatinya." (HR. Abu Daud)
2.     Dari Thariq bin Syihab radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda :
"Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali atas 4 orang, (yaitu) Budak, Wanita, Anak kecil dan Orang sakit." (HR. Abu Daud)
3.     Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu `anhuma, bahwa mereka mendengar Rasulullah Saw bersabda di atas mimbar :

لَيَنتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الجُمُعَةَ أَوْ لَيَخْتَمَنَّ الله عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الغَافِلِيْنَ

“Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jumat atau Allah akan menutup hati mereka dari hidayah sehingga mereka menjadi orang-orang yang lalai." (HR. Muslim)
Berdasarkan hadits-hadits diatas, para ulama menghukumi orang-orang yang meninggalkan kewajiban shalat jum’at sebagai pelaku dosa besar dan termasuk kekufuran.[4]
2.    Yang Di Wajibkan Shalat Jum’at Atasnya
Kewajiban shalat jumat adalah fardhu a’in, artinya berlaku untuk seluruh kaum mulimin, dengan kriteria sebagai berikut :
Laki-laki, sedangkan wanita tidak diwajibkan untuk shalat jumat namun bila dia mengerjakan, maka kewajiban shalat zuhurnya telah gugur (tidak perlu shalat zhuhur lagi).
Dalam keadaan sehat, sedangkan orang sakit tidak wajib shalat jumat.
Dewasa yaitu baligh, sedang anak-anak tidak wajib shalat jumat.
Muqimin yaitu orang yang menetap bukan musafir atau yang sedang dalam perjalanan.
Merdeka bukan hamba sahaya.
Dengan demikian, shalat jum’at itu tidak wajib bagi kaum Wanita, anak-anak, orang sakit, musafir dan budak. (Al Mausu’ah Fiqhiyah al Kuwaitiyyah, 27/198)

Senin, 29 Agustus 2016

Fatwa MUI tentang penyembelihan hewan Qurban

( Ala Khoiriyyah Online )- Jelang Hari Raya Idul Adha 1437 H esok, berbagai persiapan dilakukan. Termasuk di antaranya persiapan untuk melakukan penyembelihan hewan qurban. Terkait dengan hal ini, Komisi Fatwa (KF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan himbauannya.

"Kita mengingatkan sekaligus juga menghimbau agar dalam penyembelihan hewan kurban dan pengelolaan daging kurban mengikuti kaidah-kaidah dan adab yang telah ditetapkan dalam syariah. Sehingga dapat dihasilkan daging kurban yang halal dan thoyyib, sesuai dengan ketentuan agama," kata ketua KF MUI, Prof. Dr. K. H. Hasanuddin AF.(tahun 2013 di sampaikan)

Sekertaris KF MUI, Dr. H. M. Asrorun Niam Sholeh, M.A, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyembelihan hewan kurban ini. Hewan yang disembelih harus dalam keadaan sehat, diperlakukan dengan baik, juga diberi makan yang cukup. Hewan tersebut jangan sampai disakiti, apalagi menyiksanya dan membiarkannya kelaparan.

Asrorun juga meyebutkan tentang adab dan tata cara penyembelihan hewan qurban, merujuk pada Fatwa MUI No. 12 tahun 2009, tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal. Di antaranya:

1. Penyembelihan dilaksanakan dengan niat menyembelih dan menyebut Asma Allah.

2. Penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan saluran makanan (mari/esophagus), saluran pernapasan/tenggorokan (hulqum/trachea), dan dua pembuluh darah (wadajain/vena jugularis dan arteri carotids).

3. Memastikan matinya hewan disebabkan oleh penyembelihan tersebut.

Selain aspek penyembelihan, juga ditekankan tentang menjaga sanitasi, kebersihan hewan yang akan disembelih, peralatan yang dipergunakan, dan juga kebersihan lingkungan. Sehingga daging kurban yang dihasilkan terjaga pula kebersihannya agar aman dikonsumsi. Ini merupakan bagian terpenting dari unsur thoyyib yang diperintahkan agama.

SUMBER: LPPOM MUI

Kamis, 25 Agustus 2016

Anak Madrasah menang melampaui Amerika dan Israel dalam Lomba Robotic

( Al Khoiriyah Online )- Prestasi Siswa-siswi Maadrasah tidak  boleh lagi dianggap enteng. Paradigma lama bahwa anak madrasah adalah anak-anak yang hanya berprestasi di bidang keagamaan, kini berubah. Mereka juga menguasai bidang teknologi, salah satunya adalah robotic. Bahkan beberapa dari mereka sdh mulai unjuk gigi di kancah internasional.

Tahun 2014 beberapa siswa menjuarai kompetisi robotic tingkat internasional di Malaysia di event IISRO ( International  Islamic  Robot Olympiad ). Tahun berikutnya lagi-lagi mereka menyabet beberpa medali di tingkat Asia pada Event AJR (Asian Junior Robocup) 2015.

Kini, ditingkat Internasional pun Indonesia melalui anak Madrasah lagi-lagi mengukir prestasi gemilang pada lomba IYRC (International Youth Robotic Competition) yang diselenggarakan dari tanggal 11 – 14 Agustus, di Daejon-Korea dan dikuti oleh 17 negara diantaranya Amerika, Australia, Israel, china dll.

Adalah Daffa Maheswara Wiryawan, siswa  kelas X MIPA 3, MAN 4 Pondok Pinang Jakarta. Pada kompetisi IYRC di Korea ini dia menyabet Juara 1 untuk kategori Coding Mission dan Juara 3 untuk kategori Robot Kreative. Debutnya dimulai saat anak ini menjadi siswa MTSN 1 Tangsel.  Kemenangan demi kemenangan diraihnya mulai dari tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa  prestasinya pada tingkat nasional antara lain: Juara 1 Maze Solving di KOmpetisi Robot Indonesia yang diselenggarakan oleh RACER, Juara 1 Extrim Maze Solving di Kontes Robot Nasional yang diselenggarakan oleh KEMENRISTEKDIKTI, Juara 1 Line Tracer di The Indonesia Robot Cup yg diselenggarakan oleh ROCI, Juara 1 Robot Underwater di Indonesia School Robot Olympiad.

Sementara prestasi di tingkat internasional: Medali Emas kategori Line Tracer dan  medali perunggu  kategori Aerial di Internasional Islamic School Robot Olympiad,  Malaysia,  Medali Emas kategori Aerial dan Medali perak kategori Maze Solving di Asian Junior Robocup, Malaysia dan terakhir, ditahun ini mendekati HUT republic Indonesia  menyabet juara 1 kategori Coding Mission dan juara 3 kategori Robot Creative di International Youth Robot Competition, Daejon – Korea. [didik/syahid/voa-islam.com]

Jumat, 19 Agustus 2016

Jum'at Waktu Mustajab berdoa

(  Al Khoiriyyah Online )-Kita semua tentu tahu bahwa terdapat tujuh hari dalam satu minggu. Kita pun pasti mengenal nama-nama ketujuh hari itu. Semua hari adalah baik.

Tapi, di dalam ketujuh hari tersebut, ada satu hari yang sangat istimewa. Ialah hari jumat, hari dimana terdapat waktu-waktu mustajab dikabulkannya doa-doa.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda yang artinya,
”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

Hari jumat terdapat waktu yang sangat mustajab untuk berdoa yakni, pada waktu antar ashar dan maghrib. Alangkah baikny ketika waktu setelah ashar dan sebelum maghrib, kita berdoa dengan sungguh-sungguh, meminta apapun yang menjadi hajat kita.

Apapun yang menjadi hajat, doa dan masalah kita, mintakan pada waktu mustajab tersebut. Yang memiliki dosa, mau sebesar apapun dosa kita, minta ampunkan pada waktu mustajab tersebut, jangan lupa juga doakan teman, maupun orang-orang disekitar kita, agar doa tersebut kembali lagi ke kita.

Tidak hanya meminta dunia Allah saja, sambungnya, tetapi juga untuk kebaikan akhirat. Seperti meminta surga, meminta ditutupkan neraka, menjadi ahli shalat malam, dzikir, ibadah, sedekah, shalawat, puasa, ahlul Qur'an, mengerti dan menjadi penghafal Qur’an.

Tidak hanya itu, berdoa juga agar bacaan Qur’an kita baik dan benar, enak didengar dan bisa mendakwahkan Qur’an. Terlebih lagi membuka halaqoh, madrasah dan pesantren Qur’an.

Semua doa-doa yang kita layangkan, alangkah baiknya jika dihantar dengan pengantar yang luar biasa. Ada beberapa panduan dalam berdoa yang diutarakan.

Pertama adalah kita harus yakin bahwa doa kita didengar dan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Kedua, kita harus menyadari, bahwa kita sedang meminta kepada yang Maha Berkuasa, Maha Kaya, Maha Besar, Maha yang sangat bisa mengabulkan doa kita.

Hal lainnya ialah dalam keadaan berwudhu, membaca shalawat, istighfar, dan tasbih.  Karena, salah satu pengantar doa adalah shalawat, 1 kali, 3 kali, 10 ataupun 100 kali. Semakin berat bobot pengantarnya, semakin keren. Kemudian istighfar 100 kali.

Tambahkan pengantar doa tersebut dengan membaca Al-Fatihah yang merupakan ummul Qur’an atau induk Alqur’an. Laiknya, ketika kita hendak mendatangi orang kaya untuk meminjam uang.

Jika kita mempunyai pengantar yang banyak dan dapat dipercaya, benar orang ini dapat dipercaya, benar orang ini dapat melunasi hutangnya. Maka, kita akan dipercaya oleh orang kaya tersebut.

Setiap kita baca shalawat, istighfar, bertasbih. InsyaAllah, akan diampuni dosa kita. Meskipun, sebanyak buih di lautan, berlimpah seperti butiran pasir di padang pasir.

Semua hal tersebut adalah untuk membersihkan dan menyucikan diri sebelum menghadap ke yang Maha Bersih lagi Maha Suci.(Sumber DAQU)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Merdeka..." Indonesia" coba hitung hurufnya

( Al Khoiriyah Online )_Kemerdekaan Indonesia Terdapat Pada Al-Quran Surah Al-Balad”

Pernahkah kita mengetahui bahwa INDONESIA ternyata lahir bukan karena suatu KEBETULAN..?

Setiap sesuatu, ada saatnya, ada masanya & bukan suatu kebetulan semata..!!!

Begitu pula untuk negeri kita ini…
Kata “INDONESIA” tentu kita sdh tdk asing lagi,Tapi pernahkah iseng2 kita hitung huruf2 yang ada di kata “INDONESIA”…

Kalau belum pernah, mari kita coba hitung2an…
I = 9
N = 14
D = 4
O = 15
N = 14
E = 5
S = 19
I = 9
A = 1

Mari kita Coba teliti, dari sekian banyak angka, angka yg muncul hanya angka…”9, 1, 4 & 5”.

Ternyata angka ini sama dgn angka tahun Kemerdekaan “INDONESIA 1945”.

Tentunya angka ini bukan KEBETULAN,tapi angka ini memang sudah ditentukan di takdir kan oleh ALLAH SWT.

Angka atau Nomor cantik ini memang “dipersembahkan” khusus utk bangsa INDONESIA tercinta ini.

Sekarng kita lanjutkan lagi,coba angka2 yg diatas tadi kita JUMLAH kan.

Maka hasil penjumlahan kita itu akan dptkan angka “90”,Angka yang cukup SEMPURNA.

Apabila angka “90” kita hubungkan dengan nama surat dlm Al-qur’an : Terdpt pd surat apa angka “90” ?

Angka “90” tepat ada pada surat “Al-Balad” yang artinya “NEGERI”…

Ternyata bukan hanya kemerdekaan yang telah dipersiapkan, tapi INDONESIA juga telah dinyatakan dalam Al-Quran bahwa wilayah ini memang sebuah NEGERI yg penuh dengan Rahmat dan karunia ILLAHI…

Lihat lah Di dalam pembukaan atau mukadimah UUD 45 terdapat kalimat

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya..

wallahualam bissahwab…