Minggu, 29 Mei 2016

Peringatan Isra'Mi'raj dan Tarhib Ramadhan 1437H Masjid Al Khoiriyyah

(Al Khoiriyyah Online) DKM Al Khoiriyyah RW 016 Pesona Gading Cibitung menyelenggarakan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi besar Muhammad SAW dan Tarhib Ramadhan 1437 Hijriyah, telah sukses dilaksanakan semalam.  Gaya penceramah yang merupakan ustad mirip Ustad Uje..menjadi daya tarik tersendiri ditambah dengan humor-humor yang membuat jamaah tidak ngantuk. Ditambah lagi dengan diadakannya kuis berhadiah oleh panitia sebanyak 15 hadiah. 10 buah buku Ustad Yusuf Mansyur dan 4 voucher service AC gratis serta sebuah bingkisan menarik.(29/5/2016)

Senin, 23 Mei 2016

Ruang Sekretariat TPA Al Khoiriyah

(Al Khoiriyah Online).  Yang hampir terlewatkan penambahan ruang sekretariat TPA AL KHOIRIYAH, yang beberapa bulan yang lalu selesai,  Di buat guna memperlancar proses administrasi TPA Al Khoiriyah. Alhamdulillah telah selesai.  Semoga menjadi amal kebaikan yang tidak pernah putus untuk kita semua.  Aamiin

Jumat, 20 Mei 2016

5 Persiapan Penting Menghadapi Ramadhan

TAK terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Berarti, tak lama lagi kita akan kedatangan bulan suci Ramadhan. Maka sudah sepatutnya kita melakukan berbagai persiapan dalam rangka tarhib Ramadhan (menyambut Ramadhan). Ibarat sosok tamu yang agung, kedatangan bulan Ramadhan mesti disambut dengan perasaan gembira dan suka cita oleh umat Islam.  Setelah sekian lama berpisah, maka tamu yang agung ini kembali ditunggu-tunggu dan dielu-elukan kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan kerinduan.

Jika kita kedatangan seorang tokoh atau tamu yang penting seperti presiden, menteri, gubernur dan sebagainya, maka berbagai persiapan pun kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan mereka. Mulai dari acara protokuler sampai dengan menghiasi dan membersihkan tempat yang akan dilewati dan dikunjungi oleh pejabat maupun tokoh penting tersebut. Penyambutan mereka dilakukan dengan antusias dan kegembiraan. Maka, sudah sepatutnya pula kedatangan bulan suci Ramadhan disambut lebih meriah dan gembira oleh umat Islam dibandingkan dengan kedatangan tokoh atau pejabat tersebut.

Ramadhan ibarat sosok tamu agung dan mulia yang selalu dielu-elu kedatangannya dan dirindukan perjumpaan dengannya..

Hal ini sangat wajar, mengingat tamu yang mulia ini (baca: Ramadhan) datang dengan membawa berbagai keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat. Ramadhan merupakan bulan rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka. Selain itu, Ramadhan merupakan bulan keberkahan, karena pada bulan ini pahala suatu amal shalih dan ibadah dilipatgandakan. Demikian pula dengan keberkahan di dunia dengan bertambahnya rezki seseorang pada bulan ini, terutama bagi para pedagang kelontong, kue, pakaian muslim/ah, dan lainnya. Begitu agung dan mulianya bulan ini sehingga Rasul saw menjulukinya sebagai Sayyid Asy-Syuhur (penghulu segala bulan).

Maka sudah sepatutnya kedatangan tamu yang mulia ini disambut oleh umat Islam dengan penuh kegembiraan dan persiapan yang meriah. Bila tidak, tentu keislaman dan keimanan seorang yang mengaku dirinya muslim perlu dipertanyakan kembali dan discan kembali, bahkan bila perlu diformat ulang. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw, “Seandainya hamba-hamba mengetahui apa yang ada dalam apa yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya umatku berangan-angan agar Ramadhan terus berlangsung sepanjang tahun.”

Meskipun hadits ini dhaif (lemah) menurut para ulama hadits , bahkan maudhu’ (palsu) menurut sebahagian mereka, namun maknanya adalah benar. Yang dilarang adalah meyakini ucapan tersebut sebagai hadits Rasul dan dijadikan sebagai hujjah.

Persiapan tarhib Ramadhan sangat penting dan perlu dilakukan, agar Ramadhan kita nantinya menjadi sukses. Sebagaimana halnya ketika kita akan menghadapi suatu ujian (test) atau pertandingan, maka tentu kita terlebih dahulu mempersiapkan diri, agar berhasil dalam ujian (test) atau menang dalam pertandingan tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kita mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan agar Ramadhan kita sukses? Persiapan apa saja yang perlu kita lakukan dalam menyambut bulan yang mulia ini?

Menurut penulis, untuk menyambut kedatangan Ramadhan, maka kita perlu melakukan berbagai persiapan baik dari segi fisik maupun jiwa, jasmani maupun rohani dan materi maupun moril. Di antara persiapan tarhib Ramadhan yang penting dan perlu dilakukan yaitu:

Pertama, perbanyak puasa sunnat pada bulan Sya’ban. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul saw. Hukumnya adalah sunnat. Dalam sebuah riwayat, dari Aisyah r.a ia berkata, “Aku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa sebulan penuh melainkan pada bulan  Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Rasulullah saw paling banyak berpuasa dalam sebulan melainkan pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Kedua, mempelajari fiqh ash-shiyam (fikih puasa). Seorang muslim wajib mempelajari ibadah sehari-harinya, termasuk fikih puasa, karena sebentar lagi kita akan menjalankan kewajiban ibadah puasa. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana cara berpuasa yang benar yaitu sesuai dengan petunjuk Rasul saw, agar ibadahnya diterima Allah Swt.

Dengan mempelajari fikih puasa maka ia dapat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hukum puasa seperti rukun puasa, sunat dan adab puasa, yang membatalkan puasa dan sebagainya. Maka, sudah sudah sepatutnya menjelang kedatangan Ramadhan, seorang muslim memperbanyak membaca buku-buku tentang Puasa Ramadhan dan ibadah lainnya yang berkaitan dengan bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran. Persiapan ilmu ini wajib dilakukan oleh seorang muslim untuk memasuki bulan Ramadhan. Dengan ilmu, maka ibadah dapat dilakukan dengan cara yang benar dan diterima Allah saw. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah mudahkan pendalaman dalam menuntut ilmu agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, memberi kabar gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan kepada umat Islam. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasul saw. Beliau selalu memberi taushiah menjelang kedatangan Ramadhan dengan memberi kabar gembira tentang bulan Ramadhan kepada para shahabatnya.

Dalam sebuat  riwayat dari Abu Hurairah beliau mengatakan bahwa menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam tersebut, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi. Banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw untuk memberi motivasi dan semangat kepada umat Islam dalam beribadah di bulan Ramadhan

Keempat, menjaga kesehatan dan stamina fisik. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat pada bulan Ramadhan sangat penting. Mengingat kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik dan penuh semangat. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya sangat terganggu dan tidak semangat. Oleh karena itu Rasulullah saw bersabda,“Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim) Oleh karena itu, menjelang bulan Ramadhan, maka kesehatan dan stamina fisik mesti dijaga. Makan harus teratur. Pola makan yang sehat harus dijaga. Selain itu, istirahat harus cukup.

Kelima, membersihkan rumah dan lingkungan. Islam memerintahkan kita untuk selalu hidup bersih dan sehat. Hal ini terbukti dengan perintah membersihkan diri dan tempat ibadah, terutama ketika ketika kita mau shalat atau melakukan ibadah lainnya. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, maka kita perlu menjaga kebersihan di rumah dan di sekitar lingkungan kita. Bila kita kedatangan tamu ke rumah kita atau ke desa kita, maka kita sibuk membersihkan rumah dan lingkungan kita. Bahkan rumah atau desa dihias sedemikian rupa, agar tampak indah dan bersih. Maka, begitu pula sepatutnya kita menyambut bulan Ramadhan.

Terlebih lagi, bulan Ramadhan adalah bulan ibadah. Tentu kita menginginkan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk dalam shalat lima waktu dan tarawih. Allah berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2). Kekusyukan dalam ibadah akan mendatangkan ampunan Allah swt sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Jika kita menunaikan shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah Swt dengan whudu’ yang sempurna, tepat waktu dan penuh khusyuk, maka Allah berjanji akan mengampuni dosa-dosa kita. Orang yang tidak melakukan hal itu, dia tidak termasuk dalam janji Allah. Jika Allah menghendaki ampunan, maka Allah mengampuninya. Dan jika Allah menghendaki siksaan, maka Allah akan menyiksanya.” (HR. Abu Daud)

Rumah, masjid dan surau yang bersih dan indah tentu akan menciptakan suasana yang nyaman dalam beribadah, sehingga akan mendatangkan kekusyukan dalam beribadah. Sebaliknya rumah, masjid dan surau yang kotor dan bau, tentu akan mengganggu kenyamanan dalam ibadah sehingga menghilangkan kekusyukan. Apalagi sampai menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya akibat lingkungan yang kotor dan bau.

Persiapan Finansial dan Mental

Selain lima persiapan itu, ada yang tak kalah pentingnya. Yakni persiapan finansial (keuangan) dan mental.

Bulan Ramadhan merupakan bulan amal shalih. Di antara shalih shalih yang sangat digalakkan pada bulan Ramadhan adalah berinfak dan bersedekah. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ia berkata,

“Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan sikap kedermawaaannya semakin  bertambah pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya untuyk mengajarkan al-Quran kepadanya. Dan biasanya Jibril mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajari al-Quran. Sungguh keadaan Jibril sangat dermawan pada kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, sudah sepatutnya seorang muslim dalam Ramadhan mengikuti kedermawaan Rasulullah saw.

Agar dapat memanfaatkan keberkahan bulan Ramadhan, maka sepatutnya seorang muslim menyiapkan sebahagian hartanya sebelum kedatangan bulan Ramadhan untuk diinfakkan dan disedekahkan pada bulan Ramadhan nantinya. Selain itu, persiapan finansial ini juga sangat bermanfaat untuk keperluan bersahur dan berbuka puasa. Terlebih lagi bila ingin menu berbuka puasa mencukupi dan sesuai dengan standar gizi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Jiwa dan mental juga perlu persiapan. Hendaklah kita menyambut bulan Ramadhan dengan rasa penuh kegembiaraan dan tulus hati serta jiwa yang bersih (taubat). Siapkan diri untuk melakukan berbagai amal shalih dan ibadah pada bulan Ramadhan. Karena pada bulan ini kita akan beribadah puasa dan lainnya dengan optimal dan fulltime selama sebulan penuh. Jiwa dan mental kita harus dipersiapkan dengan penuh keimanan dan ketulusan hati (ikhlas) dalam beribadah. Dengan demikian, maka kesulitan dan sikap malas dalam ibadah bisa diatasi dan dihilangkan. Ibadah pun menjadi terasa mudah dan menyenangkan.  Selain itu, hendaklah menyucikan jiwa kita  dengan cara bertaubat kepada Allah Swt, agar jiwa kita bersih dari noda dosa. Begitu pula kita hendaklah membiasakan diri untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah, seperti puasa sunnat, shalat sunnat dan memperbanyak membaca Al-Quran. Sehingga kita terlatih dan terbiasa melakukan ibadah yang optimal.

Demikianlah di antara berbagai persiapan yang dapat kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan tamu yang agung dan mulia yang bernama Ramadhan. Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keimanan dan ketulusan hati. Raihlah berbagai  keutamaan yang dibawa oleh Ramadhan dengan melakukan berbagai amal shalih dan ibadah secara optimal. Semoga kita sukses dalam ujian dan ibadah di bulan Ramadhan ini…!!

Penulis adalah Ketua bidang Dakwah, Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Prov. Aceh & pengurus Komite Penguatan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Kota Banda Aceh

Jumat, 06 Mei 2016

Kepala Desa Wanajaya Wafat

Tepat di hari Jumat, 6 Mei 2016, Bapak Naja Sanjaya kepala desa Wanajaya Kecamatan Cibitung di panggil menghadap Allah SWT.  Mudah mudahan ini cukup menjadi Hikmah bagi kita. Bahwa maut tidak pandang bulu, yang muda, tua, pejabat ataupun bukan pejabat.  Semoga Al almarhum di tempatkan di tempat yang mulia. Diampuni segala dosanya. Dan Chusnul Khatimah begitu juga kita.  Aamiin

Masjid Jami' Al Islam

Masjid ini berada di wilayah Depok, tepatnya di Area Pemancar RRI di depan RS.  Sentra Medika Depok. Suasana Jumat hari ini.( 6/5/2016)

Jumat, 29 April 2016

Ternyata Jum'at itu berasal dari jumu'ah/jama'ah/bersama-sama

Dalam Islam, semua hari adalah baik. Tetapi ada satu hari yang di anggap hari itu adalah hari terbaik dan memiliki keistimewaan serta nilai sejarah yang sangat panjang. Hari tersebut adalah hari Jum'at, hari Jum'at adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu'ah yang berarti beramai-ramai, diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari ini.

Hari Jumat memang memiliki beberapa keutamaan di antaranya adalah kita umat Islam laki-laku khususnya di wajibkan untuk melakukan ibadah shalat Jumat berjamaah di masjid pada waktu dzuhur. Selain itu, ada banyak lagi keutamaan serta keistimewaan hari Jumat yang harus Anda ketahui, berikut ini beberapa di antaranya:

Beberapa Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam

1. Hari Jum'at adalah Hari Terbaik

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at"

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.

Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu" (HR. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tdi" (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “

Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.

Ibnu Abbas berkata : Rasulullah SAW bersabda:

“Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

7. Jalannya Orang yang Shalat Jum'at adalah Pahala

Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Orang yang Wafat pada Malam atau Hari Jum'at adalah Khusnul Khatimah

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah bersabda: "Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

9. Hari paling utama di dunia

Pada hari Jum’at, ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
Hari akan terjadinya kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya. (HR. Muslim)

Itulah beberapa keutamaan dan keistimewaan tentang hari Jum'at, semoga kita mendapatkan ilmu dari apa yang kita baca.

Rabu, 20 April 2016

Membongkar Berita Palsu Pangeran Saudi Dukung Israel

KUWAIT CITY - Berita perihal pengusaha dan pangeran Arab Saudi yang terkenal “flamboyan” Alwalid bin Talal yang disebut mendukung Israel melawan Palestina telah membuat heboh publik Timur Tengah. Namun, penelusuran Sindonews, Jumat (30/10/2015), mengungkap bahwa berita itu palsu.

Berita heboh itu awalnya muncul dari situs awdnews.com (AWD). Situs itu mengklaim mengutip koran Kuwait berbahasa Arab, Al Qabas. Kutipan itu berbunyi; ”Saya akan berpihak pada bangsa Yahudi dan aspirasi demokratis dalam kasus pecahnya Intifada (pemberontakan) Palestina dan saya akan mengerahkan semua pengaruh saya untuk memecahkan setiap inisiatif Arab yang diatur untuk mengutuk Tel Aviv, karena saya anggap entitas Arab-Israel dan persahabatan masa depan diperlukan untuk menghambat ekspansi berbahaya dari Iran.”

Anehnya, saat mencari koran

Al Qabas, tidak ada wawancara atau kutipan seperti itu yang ditemukan. Namun, berita palsu itu terlanjur menyebar di sejumlah media yang seolah-olah ikut mengutip laporan Al-Qabas yang memang tidak ada.

Dalam pemberitaan heboh itu, situs AWD mengklaim bahwa Pangeran Alwalid juga mengatakan kepada kantor berita Kuwait, KUNA. ”Arab Saudi dan Israel harus meningkatkan hubungan mereka dan membentuk sebuah front bersatu untuk menghalangi agenda ambisius Teheran,” tulis AWD, yang mengklaim mengutip dari KUNA.

Lagi-lagi, ketika membuka situs resmi KUNA yang berbahasa Inggris, kutipan seperti itu tidak ditemukan. Jamal Khashoggi, seorang kolumnis Saudi dan General Manager AlArab TV, televisi berbasis satelit milik Alwalid mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa kutipan yang dikaitkan dengan Pangeran Alwalin bin Talal semuanya karangan.

”Sebuah pernyataan sedang dipersiapkan pada subjek,” katanya, kemarin. ”Ada mekanisme kebohongan aktif dan rumor (di Arab Saudi)."

Pangeran Alwalid sendiri telah menyangkal mengeluarkan pernyataan kontoversial itu. Pangeran Saudi itu bukan pertama kali jadi bulan-bulanan pemberitaan palsu. Pada bulan Juli lalu, dia beritakan akan mengunjungi Israel, namun dia dengan cepat menyangkal berita itu.

”Menanggapi berita tentang kunjungan ke Israel. Saya belum dan tidak akan mengunjungi Yerusalem atau berdoa di dalamnya sampai ada pembebasan dari musuh Zionis Dan saya (nanti) membawa paspor Palestina,” katanya melalui Twitter.

Minggu, 17 April 2016

Kegiatan Binaan Bagi Remaja Putri

Sesuai agenda mingguan, Seksi Keputrian setiap Sabtu sore ada ta'lim dan pembinaan skill,  bagi remaja putri RW 016. Salah satu hasil binaanya mereka berhasil membuat karya yang begitu cantik. Inilah hasil karya mereka. Sabtu(16/4/2016)

Senin, 04 April 2016

Masjid Istiqlal Menjadi tuan rumah Musobaqah hafalan Al Quran Asia Pasifik

Manajemen Masjid Istiqlal Jakarta mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat nasional VIII dan Asia Pasifif VII.

Kegiatan yang digelar di masjid negara tersebut akan dihadiri 150 peserta dari 25 negara Asia Pasifik, dan 150 peserta untuk tingkat nasional, kata Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muhammad Muzamil Basyuni di Jakarta, Selasa sore.

Ini perhelatan akbar bagi jajaran pengelola Masjid Istiqlal. Kegiatan tersebut untuk tingkat nasional pada 28 - 31 Maret, dan tingkat Asia Pasifik dilaksanakan pada 18 - 20 April 2016. Acara yang dimaksudkan untuk memberi semangat kepada masyarakat Asia Pasifik untuk menghafal Al Quran dan Hadits tersebut, sepenuhnya disponsori oleh Kerajaan Arab Saudi.

Keikutsertaan negara Asia Pasifik dimaksudkan untuk menguatkan hubungan generasi muda, juga meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al Quran dan Al Hadits, kata Muzamil. Ia berharap melalui musabaqah tersebut umat Islam dapat terpelihara aqidahnya dan dijauhkan dari tindakan radikalisme.
Republika.co.id

Persiapan Ramadhan 1437H

Alhamdulillah, dalam rangka mempersiapkan peringatan Isra' Mi'raj dan kegiatan Ramadhan 1437H , semalam( 3/4/2016)telah di selenggarakan rapat koordinasi oleh DKM Al Khoiriyah terkait acara, penanggung jawab dan petugas Serta pembuatan kerangka kegiatan. Semoga kita di panjangkan umur dan banyak amal shaleh kita.  Aamiin

Selasa, 29 Maret 2016

Kaum Gay Mulai Zaman Nabi Luth

Isu gay, homoseksual dan lesbian, kembali menyeruak. Hubungan yang dulu dianggap jijik dan kotor itu, kini dipaksa dinilai normal dan manusiawi. Para pelaku berjuang agar hubungan mereka legal dalam pernikahan. Sungguh ini mengancam keberlangsungan manusia.

Padahal tahun 1950, tidak ada satu pun negara yang melegalkan dosa warisan kaum Nabi Luth ini. Namun dunia berubah begitu cepat. Amerika telah mensahkan pernikahan ini sejak tahun 2015 lalu. Kemudian tahun ini diikuti oleh belasan atau bahkan puluhan negara lainnya. Brazil lebih “hebat” lagi. Mereka menjadi salah satu yang terdepan, pernikahan gay telah disahkan sejak tahun 2011 di negeri samba itu.

Isu Minoritas dan Diskriminasi

Dalam kondisi minoritas, kaum gay memposisikan diri sebagai orang-orang yang dizalimi. Berharap perhatian dan dihargai. Kata mereka, keluarga dan masyarakat telah memperlakukan mereka tidak adil. Datanglah pembelaan dari aktivis HAM (Hak Asasi Manusia). Para aktivis kemanusiaan yang tidak mengenal fitrah manusia. Mereka membela siapa saja, kecuali umat Islam.

Islam tetap konsisten, kebenaran tidak diukur oleh jumlah. Yang banyak bisa jadi benar, bisa pula berlaku zalim. Yang sedikit bisa saja berpegang teguh dengan kebenaran, dan belum tentu pula selalu benar. Kebenaran adalah apa yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Dosa Warisan Kaum Luth

Orang-orang pertama yang melakukan dosa homoseksual adalah kaum Nabi Luth ‘alaihissalam. Sebagaimana firman Allah ﷻ,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (QS:Al-A’raf | Ayat: 80).

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS:Al-A’raf | Ayat: 81).

Khalifah bani Umayyah, al-Walid bin Abdul Malik rahimahullah, mengatakan, “Kalau Allah ﷻ tidak berkisah kepada kita tentang Luth, maka aku tidak menyangka ada laki-laki berhubungan dengan laki-laki”. (Tafsir al-Quran al-Azhim).

Jangankan al-Walid bin Abdul Malik, Nabi Luth yang hidup di tengah kaum gay ini dan menyaksikan langsung perbuatan mereka, pun merasa heran. Beliau ‘alaihissalam mengatakan,

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ

“Apakah kalian patut mendatangi laki-laki?” (QS:Al-‘Ankabuut | Ayat: 29).

Demikianlah fitrah yang Allah ﷻ berikan kepada orang-orang shalih dan memiliki kehormatan.

Ketika Kaum Gay Mayoritas

Jika kita perhatikan sejarah, sekelompok orang atau kaum akan terlihat watak aslinya ketika mereka memiliki power. Apakah mereka menggunakan kekuatan yang mereka punya untuk kebaikan ataukah untuk keburukan?

Kita lihat orang-orang Yahudi. Mengemis kepada rakyat Palestina saat pertama kali datang ke sana. Mereka bentangkan spanduk di kapal-kapal yang membwa mereka berlabuh di tanah Kan’an. Berharap masyarakat Arab, khususnya Palestina, tidak mengecewakan mereka sebagaimana orang-orang Jermah telah melakukannya. Sekarang? Dunia pun habis cara menyembunyikan kekejaman mereka.

Kita juga saksikan minoritas orang-orang Syiah di negeri ini, merasa dizalimi sebagai minoriti. Bacalah apa yang dilakukan Daulah Fatimiyah (Ubaidiyah). Lihatlah apa yang terjadi di Irak dan Suriah. Mereka menampakkawa keasliannya.

Cara yang sama dipakai oleh kaum gay. Menjeriti kezaliman saat mereka sedikit. Saat mereka banyak? Mereka menyiksa, mengancam, bahkan memperkosa kaum laki-laki. Alquran telah bercerita tentang mereka. Mereka usir orang-orang yang menentang mereka. Mereka sebut yang mengingatkan mereka sebagai orang-orang “sok suci”.

– Melakukan ancaman

Saat minoritas mereka menuntut toleransi. Namun saat mayoritas, mereka mengancam orang-orang yang berbeda dengan mereka.

قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ

Mereka menjawab: “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir” (QS:Asy-Syu’araa | Ayat: 167).

– Melakukan pengusiran

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Jawab kaumnya idak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”. (QS:Al-A’raf | Ayat: 82).

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

“Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih”.” (QS:An-Naml | Ayat: 56).

Jadi, lagu lama para pembela kebatilan adalah menuduh orang-orang baik dengan “sok suci”.

– Mencoba memerkosa tamu-tamu Nabi Luth

Setelah mereka mengetahui di rumah Nabi Luth ‘alaihissalam ada beberapa orang laki-laki tampan, mereka bersegera datang ke sana. Bahkan mendobrak pintu rumah, untuk menjumpai para tamu, dan mendapatkan apa yang diinginkan.

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ ۚ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي ۖ أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS:Huud | Ayat: 78).

وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

“Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.” (QS:Al-Qamar | Ayat: 37).

Saya yakin, laki-laki pembela LGBT pun tidak mau diperkosa oleh kaum gay.

Penutup

Di antara kebohongan para pembela kebatilan adalah tuntutan kesetaraan, penghargaan, dan toleransi. Padahal merekalah orang-orang yang tidak menloransi orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Contoh sederhananya, ketika Anda mengkampanyekan anti LGBT di sosial mediat seperti facebook, maka pendapat Anda tidak akan diterima, Anda akan diblokir. Atau dengan kata lain diusir dari komunitas facebook.

Prilaku kaum Nabi Luth tidak layak mendapat dukungan. Dukungan yang terbaik untuk mereka adalah dorongan agar mereka sembuh dan mau mengkonsultasikan penyimpangan mereka ke psikiater atau pihak-pihak kompeten lainnya.

Jumat, 25 Maret 2016

Hukum Nada Dering Ayat Al Qur'an

Info:

Dear Muslims, Saudi Council of Muftis have given the Fatwa that, the ring tones and caller tones of QURAN AAYAT and Azan  are haraam, because The AAYAT are not completed when we pick up the phone, and meaning of the AAYAT changes when they are not completed. QURAN is for Hidayat, not for ring tone. Please pass this information to as many Muslims as possible...SEND MORE IF YOU HAVE FREE S.M.S. PLEASE. DON'T  IGNORE, FORWARD NOW . Jazak Allah

Advice - ⚠ ❕
Do not send later. Send now.
May Allah grant success to every one who reads and sends.

--- TERJEMAHAN ---
Muslimin tersayang, Konsil Mufti Saudi telah memfatwakan bahwa nada dering dan nada pemanggil berupa AYAT QURAN dan AZAN hukumnya haraam, karena ayat tersebut dapat terputus saat kita mengangkat telepon sehingga dapat merubah maknanya (jika tidak lengkap). QUR'AN itu untuk hidayah, bukan nada dering. Mohon sampaikan informasi ini kepada sebanyak mungkin muslimin. MOHON KIRIMKAN LEBIH BANYAK LAGI JIKA ENGKAU PUNYA SMS GRATISAN. JANGAN DIABAIKAN, TERUSKAN PESAN INI SEKARANG.
Jazak Allah

Saran - ⚠ ❕
Jangan kirim nanti [kecuali ada alasan syar'i semisal waktu shalat dll]. Kirim sekarang.
Semoga Allah Karuniai sukses kepada siapapun yang membaca dan mengirimkannya.

Minggu, 13 Maret 2016

Masjid sebagai tempat musyawarah

Dalam rangka antisipasi dan penanggulangan nyamuk penyebab DBD, Ketua RW 16 Bapak ACEP S. Pdi memimpin acara rapat di Masjid Al Khoiriyah(13/3/216)

Sabtu, 12 Maret 2016

Pelatihan Management Masjid

Alhamdulillah,  Hari ini(12 Maret 2016)DKM Al Khoiriyah memenuhi undangan dari DKM AR-Rahmah, Panasonic Battery guna mengikuti Pelatihan Management Masjid. Semoga banyak hikmah dan manfaat untuk ummat.  Aamiin

Selasa, 08 Maret 2016

Shalat Gerhana Matahari

Di informasikan kepada kaum Muslimin dan Muslimat bahwa
Sebagaimana di contohkan oleh Rasulullah SAW,  InsyaAllah akan di selenggarakan Shalat Gerhana tanggal 9 Maret 2016 di Masjid Al Khoiriyah jam 06:30 dengan Imam/khotib Ustadz Sunarno SHI,
Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam segala urusan.  Aamiin

Rabu, 02 Maret 2016

Seminar Pengelolaan Zakat

Beberapa hari yang lalu,  DKM AL Khoiriyah mengikuti seminar pengelolaan zakat, Semoga bertambah manfaat bagi umat.  Aamiin

Minggu, 28 Februari 2016

Pelatihan Pengelolaan Zakat

Sebagai tambahan referensi dalam rangka bekal untuk melayani ZAKAT, INFAQ, SHODAQOH, hari ini DKM Al Khoiriyah mengirimkan team untuk pelatihan Zakat. Semoga berjalan lancar dan membawa manfaat yang banyak bagi masyarakat. Aamiin